Filed under: Uncategorized
Semua tak sama .. tak pernah sama
Apa yang kusentuh apa yang kukecup
Sehangat pelukmu .. selembut belaimu
Tak ada satupun yang mampu menjadi sepertimu
Lagu PADI- semua tak sama- ini tiba-tiba terdengar sayup-sayup pelan di dalam kepalaku. semakin lama semakin keras..
Apalah arti hidupku ini memapahku dalam ketiadaan
Segalanya luruh lemah tak bertumpu
Hanya bersandar pada dirimu
Ku tak bisa, sungguh tak bisa
mengganti dirimu dengan dirinya…
“ku tak bisa, sungguh tak bisa,,mengganti dirimu dengan dirinya….” eemmmm,,,aku tersenyum kecil saat mencapai lirik ini… teringat pada perdebatan bodoh beberapa menit yang lalu. Yups, perdebatan bodoh antara cewek-cewek yang masih belum bisa melupakan “kesempurnaan dari their first love“
perdebatan ini diawali dengan curhatan salah seorang teman,yang mengatakan – intinya – kenapa dia belum bisa menemukan cowok yg sesempurna ky’ pacar pertamanya. walau kejadian itu dah lewat beberapa tahun, dan telah melewati beberapa cowok lainnya, tapi tetap saja, foto yg terpajang di kamar kos adalah foto ia bersama pacar pertamanya.
Masih dalam ketidakmengertian, kami mencoba membahas dan mengkritisi satu persatu pria yang telah mendekati dan (mencoba) memasuki hidup temanku itu. Sebenarnya, pria-pria yang telah berusaha itu memiliki kualifikasi yang bagus. Orang-orang yang keren. Namun, tetap saja temanku bisa menemukan kekurangan dari pria2 tsb dan mengatakan satu jurus mematikan yaitu
“mereka ga ky’ si X (pacar pertamanya)”
wow, jurus itu benar-benar mematikan. Hanya dengan mengeluarkan jurus tersebut, semua cowok di dunia ini bakal kalah. Ya iyalah kalah,,,,lah wong itu kan hukum alam yang mutlak. kita semua juga tahu klo di dunia ini ga da manusia yang sama. Orang yang kembar pun, pasti mempunyai perbedaan to?
Ternyata, jurus itulah yang membuat dia belum mendapatkan pendamping lagi.. jurus “membandingkan”. ehm bahaya juga ya, klo kita mempunyai kebiasaan membandingkan orang seperti itu. Tidak hanya dalam hal pacar saja, tapi dalam beberapa hal lainnya juga. So, kyknya pelajaran yang bisa dipetik dari kisah ini adalah,
(1) ikhlaskan lah masa lalu, klo kita dah ikhlas, kita bisa melihat masa lalu itu sebagai pembelajaran yg netral. Klo blm ikhlas, kita biasanya masih SILAU dgn masa lalu, masih menganggap masa lalu itu terlalu indah atau mungkin terlalu jelek.
(2) rajin2lah bersyukur, nah ini adalah cara mematahkan jurus mematikan tadi. Kalo kita dah bisa bersyukur, ga bkal deh kita inget untuk menyesalkan dan membandingka keadaan skrg dengan masa lalu.
14 Comments so far
Leave a comment
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
bagus
Comment by pras June 11, 2009 @ 4:50 amcoba lebih panjang
bisa jadi cerpen
keep it up Astri
waoooww bener banged tri,,
ahhh jadi kangen mengobril seputar topik ini. di sini resource ngobrol ky gituan sedikit. hikshiks. kangen triiii
Comment by alvi June 11, 2009 @ 12:14 pmsetuju…
Comment by wahyu kresna June 11, 2009 @ 11:15 pmaku pun gak suka dibanding-bandingkan
sayang….
itu masalah kita selama ini ya ternyata ??
mpe sekarang belum bisa ikhlasin semua,,selalu memandang masa lalu…
aku aku aku……
huaaaaaaaaaaa T_T
tapi lagu itu ngingetin mas joned,,eh apa nggebet mas joned aja yah ? hahahahahahaa
Comment by ipehoy PsyCHE June 11, 2009 @ 11:30 pm@ mr pras,, thanx mr.. u inspired me… ^_^
@ alviii : ayo vi, kita main, makan es krim ber4 lagi yuukkk
Comment by narastri June 11, 2009 @ 11:41 pmkresna,,,
Comment by narastri June 11, 2009 @ 11:42 pmwah iya ya bener tuh kres, kita ga suka dibandingkan,,ehm berarti jgn saling membandingkan..
ipeh…
Comment by narastri June 11, 2009 @ 11:43 pmyuuppy yuppyyy
makanya ikhlaskan dan syukuriii… hehe
wew…emmm….bingung dah mw komen…abot e…udah keitung komen ta???hehehe :p
Comment by rhiyz ryan June 13, 2009 @ 3:34 pmBener mbak Naras, bersyukur itu membuahkan hati yang tawadhu’ tawadhu’ membuahkan hati yang pasrah menerima pemberian-Nya, tanpa protes.
Comment by WANDI thok June 15, 2009 @ 10:03 pmdan yang paling penting dan paling awal dari semua itu tri…
Comment by moya June 22, 2009 @ 9:34 amselesaikan dulu semua itu dengan perasaanmu..
gimana mau mengikhlaskan kalo belum menyelesaikan dengan hatimu?
hehehe…
hoi moya! wah aku terharu kmu membaca blog ku saat hari2 ujian…hehe,,,
Comment by narastri June 23, 2009 @ 8:34 pmselesaikan dgn hati dulu ya moy…ehmmmmmm
oke, oke,, i’ll tell “her” hehe
to mas wandhi : sip! betul…. tawadhu’ ya, harus rendah hati kepadea Allah,,ehm harus qanaah juga ya? hehe makasih mas
Comment by narastri June 23, 2009 @ 8:31 pmwaw..biasanya pasangannya syukur tu sabar.. hehehe…
sabar dalam memilih, menunggu, dan menjalani..
aku suka mbanding2in.. mbandingin aku dengan teman2ku.. kira2 apa yang membuat diriku berbeda… dan kira2 lagi sifat temen2ku yang bisa tak ambil.. biar jadi diri yang lebih baik..
Comment by nop2 June 24, 2009 @ 2:53 amoh wew pren..ternyata si syukur itu bisa berpasangan ma byk pihak ya… hehe
ehm ternyata “jurus” membandingkan bs berguna jg ya?ehmm iya sih, yah asal itu membawa kita ke dlm hal yang lebih baik,,,ya ayuk kita jalankan..
Comment by narastri July 17, 2009 @ 5:29 am